<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8725362122580384656</id><updated>2011-07-07T20:51:31.933-07:00</updated><category term='Perjalanan'/><title type='text'>Pesona Jiwa</title><subtitle type='html'>Jendela Jiwa Penuh Arti &amp;amp; Pesona</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8725362122580384656/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Taupik Sahbana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12663587237971534537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S2jNjC0aY2I/AAAAAAAAABM/Y-cRuUpy1hc/S220/Copy+of+SDC10148.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8725362122580384656.post-442399613917080878</id><published>2010-02-17T01:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T05:22:49.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Banten Lama #  Januari 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S3u1iagS9II/AAAAAAAAAB0/xeKL7xA5zZE/s1600-h/SDC10251.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439140577814967426" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 240px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S3u1iagS9II/AAAAAAAAAB0/xeKL7xA5zZE/s320/SDC10251.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu sedikit mendung dan jam sudah menunjukan pukul 10.30. Saya berpikir tidak apalah akhirnya memutuskan untuk berangkat juga ke kota Serang dengan tujuan akhir objek wisata kota tua (Banten Lama). Perjalanan ditempuh melewati jalan tol Jakarta-Merak Hanya perlu waktu sekitar 45 menit dari Tangerang untuk sampai di terminal Pakupatan Serang. Setiba di terminal saya berhenti sejenak memutuskan untuk sholat dzuhur. Pikirku biar nyaman untuk perjalanan seterusnya ditambah tadi pagi hanya sarapan sereal kesukaanku otomatis jam-jam seperti ini saatnya untuk mencari makan siang. Sayang tidak ada kuliner khas di tempat itu padahal kuliner jadi sasaran utama kedua dalam perjalanan pikirku. Akhirnya saya makan alakadarnya di warung yg katanya berlebel sunda tapi aneh menunya padang....(unvalid kayanya nih warung pikirku, karena maksa mencocokan diri dengan daerah setempat yang memang sunda). Terminal cukup luas, tapi sayang kurang terawat , terkesan kumuh, becek dan semerawut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah angkot apa yang membawa saya ke arah banten lama, yang pasti disitu sepertinya angkot tidak ber-nomor jadi bertanya adalah satu-satunya jurus ampuh yang harus dilakukan. Kalo gak salah saya naik nagkot biru dan turun di Rau lalu naik sekali lagi sampai akhirnya sampai di depan benteng. Sepanjang perjalanan kira-kira 45 menit-an, lamunan saya terhenti ketika supir angkot memberi tahu bahwa saya sudah sampai. Sejenak saya sempat bingung harus kemana dulu, benteng yang diceritakan kalangan orang eksotik itu hanya terlihat bagian luarnya saja, pintu masuk rapat terkunci dan dihalangi oleh jeruji besi tua. Untunglah siang itu ada rombongan siswa SMP yang akan melakukan kunjungan sehingga akupun bisa sama-sama ikut masuk menyelinap diantara mereka. Waa..uw kini didepanku hamparan batu bata yang kelihatan sangat tua....dan ditumbuhi lumut kering tapi sungguh takjub, itulah benteng ISTANA SUROSOWAN peninggalan kerajaan Banten Lama. Ketika menyusuri sisi-sisi reruntuhan benteng, saya bertemu dengan 3 kawanan anak tanggung kira-kira usia mereka tidak lebih dari 15 tahun. 2 anak kampung dan 1 orang lagi temannya yang katanya sudah sering bertualang menyusuri kota-kota di Indonesa, maklum dia seorang anak jalanan dan berpenampilan PUNK (wah... pengalamanku kalah nih sama bocah itu). Bersama mereka saya ngobrol dan terus menyusuri reruntuhan benteng itu hingga kami berpisah... saya lupa memberi mereka uang, padahal mereka yang sudah menemani perjalanan saya selama 30 menit-an. nyesel juga rasanya pikirku ketika melihat mereka sudah hilang dari hadapanku entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah puas mennyusuri benteng Surosowan, saya beralih ke Mesjid Agung Banten Lama. Dari kejahuan biasa saja tidak ada yang istimewa pedagang kaki lima penuh sesak menyumbang kesemerawutan tempat itu. Dikiri kanan mesjid banyak penjual perlengkapan sholat seperti tasbih, peci kopiah, baju koko dll, mata saya tertuju pada emping melinjo yang banyak dijajakan di pinggir mesjid, heem.. boleh nih pikirku walaupun sadar kalau sy punya tendensi asam urat. Setelah mengambil beberapa poto saya ngobrol dengan petugas security mesjid tentunya seputar mesjid dan aktivitasnya. Beberapa menit kemudian saya menuju bagian kanan untuk mendekat lebih jauh lingkungan mesjid dan seisinya tapi bukan untuk Ziarah loh...karena bukan itu motivasi sy datang ketempat ini, saya lebih interest dengan sejarah mesjid itu sendiri. Saya agak kaget ketika ternyata ada banyak sekali penjaga mesjid yang mengarahkan saya untuk mengisi kotak amal kalau tidak salah sekeliling mesjid hingga keluar terakhir di tempat penyimpanan benda sejarah, ada sekitar 7 kotak amal. Mau gak mau sepertinya harus mengisi bahkan para penjaga yang mengenakan baju koko dan kopiah itu sesekali menunjuk kearah lubang kotak mengarahkan pengunjung untuk mengisinya.....(wajib mungkin pikirku). Saya mengambil gambar sesuka hati kecuali kuburan, saya pikir gak perlu lah yang satu itu.....(sereeem) Ketika masuk ke ruang benda sejarah tiba-tiba bulu kuduk saya merinding ada nuanasa angker ketika melihat hamparan pedang, pisau, golok dan beberapa lilitan kain putih. Sayang semuanya kurang terawat dan tidak ada science board yang menerangkan asal usul dan sejarah benda-benda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan mesjid agung Banten, setelah saya makan, perjalanan saya teruskan dengan melihat jembatan rante (Jembatan tua bekas lalu lintas perahu pada jaman Belanda) dan masuk ke Musium Kepurbakalaan. Sangat murah.. saya hanya diminta tarif masuk 1000 rupiah saja itu sudah dapat melihat semua benda-benda purbakala sisa-sisa peninggalan dari istana Surosowan yang berhasil dipugar kembali, makanya tidak heran kalau hampir semua benda-benda yang ada berupa serpihan bebrapa perkakas dan benda-benda lain seperti bekas senjata dan batu-batu bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 3 sore. Setelah memutuskan untuk sholat ashar dulu, dengan sedikit informasi dari penjaga Musium, perjalanan saya lanjutkan menuju Benteng SPELLWIJK. Benteng bekas pertahanan perang kolonial Belanda. Untuk mencapai lokasi itu dari mesjid agung Banten lama bisa mengambil jalan pintas melewati perkampungan sekitar 500 meter. Sama dengan benteng istana Surosowan, benteng Spellwijk pun memiliki lorong-lorong bawah tanah yang konon katanya tempat persembunyian dari serangan musuh. Tidak jauh dari benteng Spellwijk terdapat sebuah Vihara tua sumbangan dari Limkeng Eng dan tertulis penanggalan 19-4-75. Saya pun masuk kedalam vihara tersebut kebetulan penjaga tempat itu memperbolehkan pengunjung untuk melihat-lihat seisi didalamnya. Pertama kali masuk hidungku tertusuk bahu harum dupa dan aroma khas kelenteng Cina saat itu tidak ada yang beribadah dan itu kali pertama saya menginjakan kaki dan melihat lebih dekat sebuah Vihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 5 sore saya memutuskan untuk menyudahi perjalanan kali ini, sambil menungggu angkot kearah kota Serang, saya memesan kelapa muda dan tetap menyempatkan ngobrol dengan penjual minuman yang tidak jauh dari cerita tempat-tempat yang saya singgahi. Saya masih penasaran dengan gurihnya sate bandeng yang katanya kuliner yang khas dari kota Serang, menurut keterangan dari supir angkot makanan itu ada dibeberapa tempat di pusat kota, kalau mau boleh mencarinya di pinggir jalan menjelang pintu masuk tol Serang. Sayang waktu itu sudah sangat sore dan mau hujan, akhirnya saya pun segera naik bis yang kebetulan lewat saat saya turun dari angkot.&lt;br /&gt;Semoga jadi inspirasi .....untuk yang hobby dengan petualangan. See.. you...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;For this session, special thanks to :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;Yelly Saptha Sarie, Ima Khusnul Hotimah, &amp;amp; Musium Kepurbakalaan (Banten Lama)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8725362122580384656-442399613917080878?l=pesonajiwa2003.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/feeds/442399613917080878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8725362122580384656&amp;postID=442399613917080878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8725362122580384656/posts/default/442399613917080878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8725362122580384656/posts/default/442399613917080878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/2010/02/perjalanan-banten-lama-4-januari-2010.html' title='Perjalanan Banten Lama #  Januari 2010'/><author><name>Taupik Sahbana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12663587237971534537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S2jNjC0aY2I/AAAAAAAAABM/Y-cRuUpy1hc/S220/Copy+of+SDC10148.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S3u1iagS9II/AAAAAAAAAB0/xeKL7xA5zZE/s72-c/SDC10251.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8725362122580384656.post-7677353993809580592</id><published>2009-04-03T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T22:09:10.436-07:00</updated><title type='text'>Stres di Tempat Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Apakah Stres  itu  ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Stres dapat didefinisikan sebagai  ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik,  emosional, dan spiritual manusia, yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia. Kondisi stres  hampir bisa dialami oleh  setiap orang, baik nyata maupun bersipat imajinasi, dan itu termanifestasi dari sebuah presepsi terhadap suatu objek tertentu yang membuat  seseorang mengalami stres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Dalam lingkungan kerja juga bisa terjadi stres dan stres di tempat kerja bukanlah hal yang baru. Dewasa ini stres kerja sudah menjadi bagian dan fenomena yang sering terjadi dan menjadi masalah penting  didunia Oragnisasi. Alasan yang menyebabkan  stres  kerja  sangat banyak, berkisar dari setumpuk permasalahan pribadi (individu), Organisasi, dan kondisi lingkungan kerja yang kurang kondusif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Individu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;. Pertentangan antara urusan karir dan tanggungjawab dalam kontek keluarga kerap memicu seseorang menjadi stres, contoh kecil misalnya karena ketidakpastian dan kurang mapan secara ekonomi, ini sering menjadikan seseorang dihinggapi kebingungan yg mendalam. Kurangnya apresiasi dan  pengakuan dari atasan serta konflik dengan atasan dan rekan kerja juga bisa memicu stres di tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Organisasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Adanya karir yang melelahkan, tuntutan pekerjaan yang tidak rasional atau beban kerja yang diluar batas kemampuan serta hubungan majikan yang kurang baik sangat   berpeluang terhadap munculnya stres di tempat kerja. Belum lagi ada kebijakan mutasi,   labeling negatif dari atasan serta penambahan tanggungjawab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Downsizing)&lt;/span&gt; pekerjaan yang tidak diimbangai dg reward yg sesuai, ini akan memicu stres bagi  karyawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt; Stres karena faktor lingkungan bisa disebabkan oleh buruknya kondisi lingkungan kerja,  kekerasan ditempat kerja, persaingan antar karyawan dan juga berkaitan dengan kondisi lingkungan laan seperti  macet saat berangkat maupun pulang kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Stres bukan hal yg mustahil untuk ditangani, untuk mengatasi stres kerja secara efektif, diperlukan sebuah strategi yang sesuai dengan pendekatan yang sesuai pula. Pendekatan yang bisa ditempuh adalah dengan pendekatan koping secara  internal (diri sendiri) dan eksternal (luar). Pendekatan internal meliputi adanya  sense terhadap sikap sabar, optimis, humor dan keyakinan diri yang kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Sementara pendekatan eksternal salah satunya dengan adanya dukungan sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;Koping stres dibedakan dalam dua cara : &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Problem Focus-Coping dan Emotional Focus-Coping.     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Problem Focus-Coping &lt;/span&gt;adalah penanganan stres langsung pada solusi penyelesaian masalah yang dihadapi. Misalnya ketika kita  deadline dg tugas kantor, mungkin  solusi supaya tidak terlambat bisa diselesaikan dg cara lembur, minta bantuan rekan kerja dll. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Emotional Focus-Coping  &lt;/span&gt;adalah pendekatan penyelesaian masalah dengan cara mnegelola emosi kita sehingga masalah yang ada bisa teralihkan. Misalnya ketika rekan kerja kurang suka dg diri kita atau si Boss ngomel-ngomel, mungkin sikap sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan cara menghibur diri, dicuekin saja, cari suasana lain yang menyenangkan sehingga suasana dan kondisi stres bisa teralihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak ada satu pun maslah  tanpa penyelesaian. Anda mencari masalah  karena Anda  memang memerlukan jawabannya" (Ricard  Bach-illusions)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so..... be positif thinking.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8725362122580384656-7677353993809580592?l=pesonajiwa2003.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/feeds/7677353993809580592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8725362122580384656&amp;postID=7677353993809580592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8725362122580384656/posts/default/7677353993809580592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8725362122580384656/posts/default/7677353993809580592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pesonajiwa2003.blogspot.com/2009/04/stres-di-tempat-kerja.html' title='Stres di Tempat Kerja'/><author><name>Taupik Sahbana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12663587237971534537</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2HKE0bsLqpI/S2jNjC0aY2I/AAAAAAAAABM/Y-cRuUpy1hc/S220/Copy+of+SDC10148.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
